Sabtu, 13 Juni 2015

Laporan Praktikum Kimia Penurunan Titik Beku dan Kenaikan Titik Didih


LAPORAN PRAKTIKUM
“KENAIKAN TITIK DIDIH DAN PENURUNAN TITIK BEKU
UNTUK
LARUTAN ELEKTROLIT KUAT, ELEKTROLIT LEMAH DAN NON-ELEKTROLIT”


Disusun oleh :

Nama              : Silvia Dwi Saputri
Kelas               : XII IPA 3


SMA NEGERI 1 WIROSARI
Tahun Pelajaran 2014 / 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.          Landasan Teori
          Titik beku adalah suhu pada pelarut tertentu di mana terjadi perubahan wujud zat cair ke padat. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0°C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (Δ Tf = freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan.O`leh karena itu, penurunan titik beku tergolong sifat koligatif. (id.answer.yahoo.com)
            Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.Titik beku pelarut murni adalah 0ºC dengan adanya zat terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0ºC melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 0oC itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang). Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
          Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis
          Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion.Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.
          Adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam larutan dapat mengurangi kemampuan zat pelarut untuk menguap, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. Adanya partikel zat terlarut tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan. Menurut hokum Roult, besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan tidak mengalami disosiasi (larutan non elektrolit), sebanding dengan banyaknya partikel zat terlarut. Besarnya kenaikan titik didih larutan 1 molal disebut kenaikan titik didih molal, Kb. Sedangkan besarnya penurunan titik beku larutan 1 molal disebut penurunan titik beku molal, Kf. Untuk larutan encer berlaku:
ΔTb = m x Kb
ΔTf = m x Kf
Dengan : ΔTb = Kenaikan titik didih larutan
ΔTf = Penurunan titik beku larutan
Kb = kanaikan titik didih molal
Kf = penurunan titik beku molal
M = Molalitas larutan
          Besarnya molalitas larutan yang sejenis sebanding dengan massa zat terlarut dan berbanding dengan massa molekul zat terlarut. Jika massa zat terlarut dan massa zat pelarut diketahui, maka massa molekul zat terlarut dapat ditentukan berdasarkan sifat koligatif suatu larutan.
            Untuk larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan dapat mengalami disosiasi (larutan elektrolit), besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan, dipengaruhi oleh derajad disosiasi larutan.
Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka molekul-molekul yang berada dalam larutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari permukaan larutan. Atau dapat dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang rendah, maka molekul-molekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan. Jadi larutan dengan tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu akan memiliki titik didih yang lebih rendah.
Titik didih adalah suhu (temperatur) dimana tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan external yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam vacuum akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan itu berada di dalam tekanan atmosphere. Cairan yang berada di dalam tekanan tinggi akan memiliki titik didih lebih tinggi jika dibandingkan dari titik didihnya di dalam tekanan atmosphere.
Titik didih normal (juga disebut titik didih atmospheris) dari sebuah cairan merupakan kasus istimewa dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmospher di permukaan laut, satu atmosphere. Pada suhu ini, tekanan uap cairan bisa mengatasi tekanan atmospher dan membentuk gelembung di dalam massa cair. Pada saat ini (per 1982) Standar Titik Didih yang ditetapkan oleh IUPAC adalah suhu dimana pendidihan terjadi pada tekanan 1 bar. Pada tekanan dan temperatur udara standar(76 cmHg, 25 °C) titik didih air sebesar 100 °C

B.          Rumusan Masalah Praktikum
Sesuai dengan uraian diatas, permasalahan yang akan diungkapkan dalam praktikum ini sebagai berikut.
     1.    Apakah titik beku semua larutan sama?
     2.    Apakah titik didih semua larutan sama?

C.          Tujuan Praktikum
Mempelajari kenaikan titik didih dan penurunan titik beku untuk larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non-elektrolit.

D.          Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini antara lain dapat mengetahui
1.           Dapat mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik beku
2.           Dapat mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik didih
3.           Dapat mengetahui titik beku dan titik didih suatu larutan


















BAB II
ISI

A.          Waktu dan Tempat Praktikum
Penulis melaksanakan praktikum pengaruh titik beku dan titik didih dilaboratorium kimia SMAN 1 Wirosari pada :
Hari                        : Selasa
Tanggal       : 24 September 2014
Waktu         : 11.00 – 11.50 WIB

B.          Langkah Kerja Praktikum
1.    Alat
·         2 gelas kimia sesuai ukuran
·         2 buah tabung reaksi
·         Pengaduk
·        2 buah  termometer
·         Pemanas spirtus
·         Kaki tiga
·         Pipet
·         Korek api
·         Wadah baskom kecil
2.    Bahan
       ·                Larutan C6H12O6
·                Es batu
·         Garam

3.    Cara Kerja
1) Menaruh es di dalam wadah lalu menambahkan garam yang sebanyak-banyaknya
2) Menimbang massa larutan sebanyak 4,5 gram pada gelas kimia
3) Menambahkan air sebanyak 50 ml pada gelas kimia yang berisi larutan C6H12O6

4) Setelah larutan jadi, mengambil 20 tetes larutan dengan pipet, lalu memasukkan pad tabung reaksi.      
5) Memasukkan larutan yang sudah berada dalam tabung reaksi dalam wadah yang sudah berisi dengan es dan garam bersamaan dengan tabung reaksi yang berisi air dengan jumlah yang sama.
6) Meletakkan sisa larutan yang berada dalam gelas kimia diatas kaki tiga yang dibawahnya telah ada pemanas spirtus.
7) Menunggu sampai larutan mendidih dan membeku.
8) Mengukur suhu larutan yang sudah mendidih dan membeku dengan termometer.





























BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengukuran Titik Beku
No
Zat Terlarut
Konsentrasi
Titik Beku
1
C6H12O6
0,5 M
Masih cair
Meskipun sudah dalam suhu -8o
2
Air

Masih cair










B.     Hasil Pengukuran Titik Didih

No
Zat Terlarut
Konsentrasi
Titik Didih
1
C6H12O6
0,5 M
94o
2
Air

95o

C.    Pembahasan

Penambahan garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat koligatif larutan. Garam berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak cepat mencair, karena apabila tidak ada penambahan garam pada es batu, suhu didalam es batu akan lebih tinggi dari 0ºC pada saat es berubah menjadi liquid. Pada percobaan ini kita mengetahui adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni.
Perbedaan pengukuran titik beku menurut teori dan berdasarkan pengamatan sendiri kemungkinan disebabkan oleh proses pembekuan masing-masing larutan tidak sama, sehingga dalam pengukuran titik beku ini tidak diperoleh data yang akurat. Selain itu,  kekurang telitian dalam menimbang bahan, membersihkan alat kerja, lalu kemungkinan thermometer yang digunakan belum dalam keadaan yang stabil, dan ketika mengukur suhu larutan besar kemungkinan terjadi penambahan suhu dari dimana ketika tabung reaksi dikeluarkan dari es lalu terkena suhu luar atau suhu tangan kita sendiri serta terjadi kekurang telitian dalam pembacaan skala thermometer.
Kemungkinan lainnya adalah es batu yang digunakan telah mencair, sehingga memperlambat proses pembekuan larutan.
Dari table diatas diketahui bahwa titik didih larutan dan titik beku larutan berbeda-beda baik larutan elekrolit kuat, elektrolit lemah dan non-elektrolit. Seperti titik didih yaitu C6H12O6 ( 94oC) dan air ( 95oC). Mengenai titik beku, dalam praktikum ini kami masih mengalami kegagalan. Mungkin karena hal-hal yang telah disebutkan diatas.





























BAB IV
PENUTUP
   A.    Kesimpulan
Semakin banyak waktu yang diberikan maka semakin rendah titik beku yang dihasilkan. Dari penelitian yang kami telah lakukan, kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih tidak tergantung pada komposisi kimia dari zat tersebut tetapi tergantung pada jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan, kemolalan larutan, massa zat terlarut dan massa pelarutnya.
            Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit lebih besar dari larutan nonelektrolit disebabkan adanya factor Van’t Hoff.
Perbedaan hasil pengukuran menurut teori dengan pengamatan langsung disebabkan oleh ketidaktelitian dalam mengamati skala thermometer serta pengaruh suhu luar.
Garam dapur berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0ºC, sehingga ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia, akan terbentuk sebuah sistem antara larutan es batu yang suhunya 0ºC dengan larutan uji yang ada didalam tabung reaksi.

   B.     Saran
                  Untuk penelitian kedepannya, kami menyarankan agar :
·         Membersihkan dahulu alat-alat untuk melakukan praktikum, agar saat pengambilan data untuk laporan lebih akurat dan tepat.
·         Harus teliti dalam mengambil data, menimbang bahan serta membaca dalam thermometer.